Friday, May 25, 2012

Pola Hidup Sehat Cegah Osteoporosis

TULANG merupakan penyusun tubuh paling keras yang berfungsi sebagai kerangka yang mendukung dan melindungi jaringan tubuh. Jika tulang tidak dirawat dengan baik dan kurang kalsium akan terkena penyakit osteoporosis.
’’Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan rendahnya masa tulang akibat kalsium dan elemen dari tulang berkurang secara abnormal sehingga tulang menjadi rapuh, keropos dan mudah patah,’’ujar dr H Kgs Junaidi AR SpPD.

Menurutnya, keropos tulang tidak bisa disembuhkan total dan mengembalikan tulang seperti kondisi semula. Namun yang dapat dilakukan adalah mengurangi faktor risikonya. Salah satu upaya pencegahan sedini mungkin dilakukan dengan pembudayaan pola hidup dan pola makan sehat.

’’Pengaturan makanan sangat penting untuk mencegah osteoporosis, yaitu melalui pengkonsumsian makanan dengan gizi seimbang dan memenuhi kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya kalsium dan rendah lemak,’’jelas pria murah senyum ini.

Kalsium, terang dokter spesialis penyakit dalam dari RS Pelabuhan Palembang ini sangat berperan penting dalam mencegah osteoporosis. Pasalnya kalsium merupakan faktor dominan terhadap asupan gizi untuk tulang. Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan untuk menyusun struktur tulang. Asupan kalsium yang cukup sejak dini dapat membantu memperkuat masa tulang dan mengurangi tingkat kehilangan masa tulang pada tahun-tahun selanjutnya ketika mulai menua.

’’Pada usia lanjut, kalsium yang hilang dari tubuh lebih besar daripada kalsium yang diproduksi. Pada penderita osteoporosis kehilangan sekitar 500 mg kalsium,’’ungkapnya.

Lebih jauh Junaidi mengatakan, osteoporosis pada wanita 4 kali lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki. Osteoporosis pada laki-laki kebanyakan karena faktor usia lanjut atau alkohol.

Penyakit ini tidak dapat diketahui dalam waktu singkat (silent disease). Pada fase dini, osteoporosis tidak menunjukan gejala sehingga penderita tidak menyadari gangguan yang dialaminya hingga akhirnya menjadi parah dan banyak massa tulang yang hilang sehingga menyebabkan patah-patah tulang.

Osteoporosis yang terjadi pada ruas tulang belakang (vertebrae) mengakibatkan penderita menjadi lebih pendek karena tulang belakang hancur, tubuh juga menjadi bungkuk. Pada sekitar usia 70 tahun, massa tulang belakang atau tulang punggung berkurang sampai sepertiga sehingga mengakibatkan bungkuk dan berkurangnya tinggi badan.

’’Penyakit ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang aktif bergerak atau tidak berolahraga, rendahnya konsumsi kalsium dan vitamin D, kebiasaan merokok dan minuman beralkohol, soft drink, minum kafein atau kopi yang berlebihan dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan asin dapat meningkatkan risiko osteoporosis,’’ungkapnya.

Pola makan dan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosis antara lain mengonsumsi susu tinggi kalsium dan rendah lemak, selain itu juga konsumsi kacang-kacangan lainnya sebagai sumber fosfor, makanan yang tinggi kandungan vitamin D seperti sayuran berdaun hijau gelap.

Tak hanya itu, tambah Junaidi tubuh juga harus cukup mendapat sinar matahari pagi minimal 15 menit sebagai sumber vitamin D, karena vitamin ini dibutuhkan untuk penyerapan kalsium. Hindari minum kopi secara berlebihan karena dapat mengeluarkan kalsium secara berlebihan. kurangi juga softdrink atau minuman ringan karena dapat menghambat penyerapan kalsium.

’’Hindari minuman beralkohol dan rokok pasalnya barang itu dapat menyerap cadangan kalsium dalam tubuh. Yang terpenting lagi adalah melakukan olahraga secara teratur untuk menguatkan tulang dan otot,’’sarannya. (21)

No comments:

Post a Comment

TrafficRevenue