Friday, May 25, 2012

Osteomyelitis, Awalnya Batuk-Pilek

JIKA musim hujan sedang berada pada kondisi puncak. Suhu udara menjadi dingin. Dalam kondisi itu, bayi dan anak-anak mudah mengalami batuk, pilek, atau influenza. Meski batuk dan pilek biasa, orang tua seharusnya tak meremehkan penyakit tersebut.

Jika tak segera diobati, penyakit lain bisa muncul. Salah satunya, osteomyelitis atau infeksi pada tulang. ’’Penyakit ini disebabkan bakteri yang berasal dari saluran pernapasan. Namanya Staphylococcus aureus,’’kata dr Tri Wahyu Martanto SpOT.

Staf Departemen Ortopedi dan Traumatologi FK Unair itu menjelaskan, bakteri tersebut bisa masuk ke peredaran darah anak. Kalau sudah begitu, bakteri tersebut bisa nyanthol di tulang. ’’Bakteri berkembang dengan baik jika kondisi anak menurun dan kurang gizi,’’ paparnya.

Gejala osteomyelitis, kata Tri, muncul 1-2 minggu setelah anak sembuh dari pilek dan batuk. Tandanya, demam tanpa disertai pilek dan batuk. Biasanya, anak juga mengalami nyeri pada bagian tulang tertentu, misalnya tangan. Anak jadi malas menggerakkan tangan. ’’Orang tua perlu mewaspadai gejala itu,’’ungkapnya.

Gejala lain, ada bengkak di daerah yang sakit. Menurut dia, kondisi itu disebut accute osteomyelitis. Bila langsung diobati, infeksi dapat sembuh total dan tidak berdampak banyak pada perkembangan tulang anak. Lain halnya jika telah memasuki tahap chronic osteomyelitis. Meski bisa sembuh, Tri menuturkan, suatu saat infeksi dapat kambuh. ’’Kondisi tubuh yang menurun dapat memicu kambuhnya penyakit tersebut. Sebab, bakteri tidak bisa dihilangkan 100 persen,’’katanya.

Gejala osteomyelitis kronis, antara lain, nanah keluar dari tulang yang bengkak. Kondisi tersebut menyebabkan tulang mati (dead bone). Untuk mengatasinya, tulang itu harus dibuang. ’’Jika luas infeksi kecil, tidak ada masalah. Sebab, tulang bisa terbentuk kembali. Tapi, bila daerah yang terinfeksi sangat luas, dampaknya mengganggu gerakan seseoang. Misalnya, tulang tangan jadi tidak lurus lagi. Sebab, sebagian besar tulang diambil,’’ jelasnya.

Apa yang terjadi jika tulang yang mati tidak dibuang? Menurut Tri, nanah bakal terus keluar sehingga bau tidak sedap terus menempel di tubuh anak. ’’Kalau diterapi, kondisi itu tidak terjadi lagi,’’katanya.Dia mengingatkan, penyakit tersebut cukup banyak ditemukan di Indonesia. Menurut dia, di RSU dr Soetomo, dalam sebulan, minimal dua penderita osteomyelitis baru harus dirawat. Sayang, mereka biasanya datang ketika kondisi telanjur kronis. ’’Meski tidak membahayakan si anak, penyakit ini dapat mengurangi mobilitas,’’ paparnya.

Tri menjelaskan, kondisi itu menunjukkan bahwa masih banyak orang tua yang meremehkan penyakit yang berawal dari influenza, pilek, dan batuk tersebut. ’’Padahal, jika tidak segera diatasi, dapat membahayakan,’’tuturnya.

Infeski tulang itu 50 persen lebih menyerang anak-anak. Jarang sekali ditemukan kasus tersebut pada orang dewasa. Sebab, daya tahan tubuh mereka lebih baik. Struktur tulang orang dewasa juga beda. ’’Vaskularisasi tulang pada anak masih kaya pembuluh darah,’’tegasnya. (dio)

No comments:

Post a Comment

TrafficRevenue