Wednesday, May 16, 2012

Sapi Gila (Creutzfeldt-Jakob)


DEFINISI

Penyakit Creutzfeldt-Jakob (KROITS-felt YAH-kobe) adalah penurunan fungsi otak yang menyebabkan demensia dan yang paling parah adalah kematian. Gejala Creutzfeldt-Jakob disease (CJD) terkadang menyerupai penyakit otak lain, seperti Alzheimer’s, tetapi perkembangan CJD biasanya jauh lebih cepat.

Penyakit CJD diketahui pada tahun 1990an ketika seseorang di Inggris mengalami penyakit –varian dari CJD- setelah memakan daging sapi yang berpenyakit. Bagaimanapun CJD klasik tidak memiliki hubungan dengan daging yang terkontaminasi.


GEJALA
Penyakit Creutzfeldt-Jakob ditandai dengan kemerosotan mental yang cepat, biasanya dalam beberapa bulan. Tanda dan gejala utama CDJ biasanya antara lain:
• Perubahan keperibadian
• Gelisah
• Depresi
• Hilang ingatan
• Penurunan daya pikir
• Pandangan kabur
• Insomnia
• Sulit berbicara
• Sulit menelan
• Pergerakan tubuh yang tiba-tiba dan tidak terkendali

Seiring perkembangannya, gejala mental akan memburuk. Banyak dari mereka bahkan mengalami koma. Gagal jantung, kegagalan fungsi napas, pneumonia atau infeksi lain umumnya menyebabkan kematian. Penyakit ini biasanya membutuhkan waktu tujuh bulan, meskipun pada beberapa dari mereka dengan penyakit ini dapat hidup secara normal dalam satu atau dua tahun setelah terdiagnosis. Pada beberapa dari mereka dengan varian CJD yang langka, gejala yang lebih mungkin terjadi pada awalnya adalah demensia –hilang kemampuan berpikir dan mengingat.


Penyebab & Faktor RisikoPenyebab
Penyakit Creutzfeldt-Jakob dan variannya disebabkan oleh penyakit yang dapat menular dari manusia dan hewan yang dikenal sebagai transmissible spongiform escephalopathies (TSEs). Istilah spons berasal dari bentuk berlubang-lubang yang terlihat dengan mikroskop dan terjadi pada jaringan otak yang terinfeksi.

Penyebab Creutzfeldt-Jakob dan TSEs lain adalah perubahan protein yang disebut prion. Normalnya protein ini tidak berbahaya, tetapi ketika sesuatu terjadi pada protein ini, mereka dapat menyebabkan infeksi dan dapat menimbulkan kerusakan pada proses biologi normal.


Bagaimana CJD menular?

Risiko CJD rendah. Penyakit ini tidak dapat menular melalui batuk atau bersin, kontak seksual atau bersentuhan. Ada tiga cara penyakit ini dapat terjadi, antara lain:
  • Secara spontan. CJD dapat terjadi secara spontan atau sporadis tanpa penjelasan pasti. Hal ini adalah yang paling umum dari kasus CJD.
  • Mutasi genetik.
  • Kontaminasi. Pada sebagian kecil dari mereka yang mengalami CJD, penyakit ini terjadi setelah terkena jaringan manusia yang terinfeksi pada prosedur medis, seperti transplantasi kornea atau kulit. Juga karena metode sterilisasi standar yang tidak menghilangkan prion tidak normal, pada beberapa dari mereka dengan CJD setelah menjalani operasi otak dengan peralatan yang terkontaminasi. Varian dari CJD berhubungan langsung dengan mengkonsumsi dari sapi yang terinfeksi bovine spongiform encephalopathy (BSE), istilah medis untuk penyakit sapi gila.

Faktor risiko
Banyak kasus Creutzfeldt-Jakob terjadi dengan alasan yang tidak diketahui dan tidak ada faktor risiko yang dapat diidentifikasikan. Bagaimanapun, beberapa faktor dapat dihubungkan dengan jenis lain CJD.
  • Usia. CJD sporadic cenderung terjadi pada usia disekitar 60. Varian CJD biasanya terjadi pada mereka yang berusia lebih muda, biasanya di akhir 20an.
  • Faktor genetik. CJD dapat menurun gen yang termutasi dari orang tua mereka.

Pencegahan
Tidak diketahui bagaimana mencegah CJD sporadis terjadi. Jika anda memiliki catatan keluarga denggan penyakit neurologis, anda mungkin perlu membicarakannya dengan konselor genetik yang dapat membantu anda.

Untuk mencegah iatrogenic CJD dapat mengambil tindakan antara lain:
  • Penggunaan secara eksklusif hormon sintetik pertumbuhan manusia
  • Menghancurkan peralatan operasi yang telah digunakan pada otak atau sistem syaraf dari seseorang yang suspek CJD
  • Tidak menggunakan secara berulang peralatan ketukan tulang belakang (lumbar punctures)

No comments:

Post a Comment

TrafficRevenue